Samsung Galaxy A56 hadir sebagai ponsel kelas menengah atas yang menonjolkan keseimbangan antara desain premium, layar besar, performa Exynos generasi baru, dan dukungan pembaruan Android jangka panjang. Perangkat ini diumumkan pada 2 Maret 2025 dan mulai tersedia pada 10 Maret 2025, sehingga posisinya jelas sebagai penerus seri Galaxy A yang berorientasi pada pemakaian harian serius.
Artikel ini membahas Galaxy A56 dari sudut pandang nilai pakai, bukan sekadar mengulang daftar spesifikasi mentah. Fokusnya adalah bagaimana kombinasi layar Super AMOLED 120Hz, kamera 50 MP dengan OIS, baterai 5000 mAh, pengisian 45W, bodi kaca-aluminium, dan janji hingga enam upgrade besar Android membentuk pengalaman pengguna dalam jangka panjang.
Full Specifications
Network
| Technology: | GSM / HSPA / LTE / 5G |
| 2G bands: | GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 |
| 3G bands: | HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100 |
| 4G bands: | 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 17, 20, 25, 26, 28, 32, 38, 40, 41, 66 |
| 5G bands: | 1, 3, 5, 7, 8, 20, 28, 38, 40, 41, 66, 77, 78 SA/NSA/Sub6 |
| Speed: | HSPA, LTE, 5G |
Launch
| Announced: | 2025, March 02 |
| Status: | Available. Released 2025, March 10 |
Body
| Dimensions: | 162.2 x 77.5 x 7.4 mm (6.39 x 3.05 x 0.29 in) |
| Weight: | 198 g (6.98 oz) |
| Build: | Glass front (Gorilla Glass Victus+), glass back (Gorilla Glass Victus+), aluminum frame |
| SIM: | Nano-SIM + Nano-SIM + eSIM + eSIM (max 2 at a time) |
| IP67 dust/water resistant (up to 1m for 30 min) |
Display
| Type: | Super AMOLED, 120Hz, HDR10+, 1200 nits (HBM), 1900 nits (peak) |
| Size: | 6.7 inches, 110.2 cm2 (~87.7% screen-to-body ratio) |
| Resolution: | 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~385 ppi density) |
| Protection: | Corning Gorilla Glass Victus+, Mohs level 5 |
Platform
| OS: | Android 15, up to 6 major Android upgrades, One UI 7 |
| Chipset: | Exynos 1580 (4 nm) |
| CPU: | Octa-core (1×2.9 GHz Cortex-A720 & 3×2.6 GHz Cortex-A720 & 4×1.9 GHz Cortex-A520) |
| GPU: | Xclipse 540 |
Memory
| Card slot: | No |
| Internal: | 128GB 6GB RAM, 128GB 8GB RAM, 256GB 6GB RAM, 256GB 8GB RAM, 256GB 12GB RAM |
| UFS 3.1 |
Main Camera
| Triple: | 50 MP, f/1.8, (wide), 1/1.56″, 1.0µm, PDAF, OIS 12 MP, f/2.2, 123˚ (ultrawide), 1/3.06″, 1.12µm 5 MP, f/2.4, (macro) |
| Features: | Best Face, LED flash, panorama, HDR |
| Video: | 4K@30fps, 1080p@30/60fps, gyro-EIS |
Selfie camera
| Single: | 12 MP, f/2.2, (wide) |
| Video: | 4K@30fps, 1080p@30/60fps, 10-bit HDR |
Sound
| Loudspeaker: | Yes, with stereo speakers |
| 3.5mm jack: | No |
Comms
| WLAN: | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct |
| Bluetooth: | 5.3, A2DP, LE |
| Positioning: | GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS |
| NFC: | Yes (market/region dependent) |
| Radio: | No |
| USB: | USB Type-C 2.0, OTG |
Features
| Sensors: | Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, compass |
| Virtual Proximity Sensing Circle to Search |
Battery
| Type: | 5000 mAh |
| Charging: | 45W wired, 65% in 30 min, 100% in 68 min |
Misc
| Colors: | Pink, Olive, Graphite, Lightgray |
| Models: | SM-A566V, SM-A566B, SM-A566B/DS, SM-A566E, SM-A566E/DS, SM-A5660 |
| SAR: | 1.32 W/kg (head) |
| SAR EU: | 0.61 W/kg (head) 1.05 W/kg (body) |
| Price: | € 304.00 / $ 319.60 / £ 282.00 / ₹ 38,249 |
Our Tests
| Performance: | AnTuTu: 908689 (v10) GeekBench: 3899 (v6) 3DMark: 1332 (Wild Life Extreme) |
| Display: | 1213 nits max brightness (measured) |
| Loudspeaker: | -26.2 LUFS (Good) |
| Battery: | Active use score 12:08h |
EU LABEL
| Energy: | Class B |
| Battery: | 44:34h endurance, 2000 cycles |
| Free fall: | Class A (270 falls) |
| Repairability: | Class C |
Harga dan Ketersediaan
Samsung Galaxy A56 menawarkan kombinasi fitur dan performa yang menarik. Harga dasarnya berada di kisaran €304, tetapi harga aktual bisa berbeda tergantung lokasi dan retailer. Di bawah ini adalah perkiraan harga Samsung Galaxy A56 dalam berbagai mata uang. Angka ini bersifat estimasi berdasarkan kurs terbaru per 3 Agustus 2026 dan bisa berbeda dari harga toko.
- United States: $351
- Japan: ¥55,409
- United Kingdom: £260
- Australia: A$498
- Canada: C$492
- Taiwan: NT$11,326
- Denmark: kr2.268
- Saudi Arabia: ﷼1,315
- South Korea: ₩503,965
- Germany: €304
- Brazil: R$1.771
- Vietnam: ₫9.156.322
- Kenya: KSh 45,247
- India: ₹33,373
- Indonesia: Rp 6.307.386
- Nigeria: ₦475,628
- Pakistan: ₨97,350
- Philippines: ₱21,466
- Bangladesh: ৳৪৩,২৫২
Nilai Utama Samsung Galaxy A56
Samsung Galaxy A56 berada di area yang menarik: tidak semahal lini Galaxy S, tetapi membawa beberapa karakter yang biasanya dicari pengguna ponsel premium. Bodi kaca depan dan belakang memakai Gorilla Glass Victus+, rangkanya aluminium, ada sertifikasi IP67, dan layarnya sudah mendukung HDR10+ dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini membuat A56 terasa lebih matang dibanding banyak ponsel menengah yang masih mengandalkan rangka plastik atau perlindungan layar lebih sederhana.
Dari sisi nilai, daya tarik terbesarnya bukan hanya chipset atau kamera, melainkan paket keseluruhan. Dukungan hingga enam upgrade besar Android menjadi poin penting bagi pembeli yang ingin memakai ponsel lebih lama. Dengan Android 15 dan One UI 7 sejak awal, Galaxy A56 punya umur software yang kompetitif untuk kelasnya. Ini relevan bagi pengguna yang tidak ingin sering ganti perangkat, tetapi tetap peduli pada fitur baru dan pembaruan keamanan.
Desain dan Ketahanan

Galaxy A56 memiliki dimensi 162,2 x 77,5 x 7,4 mm dengan bobot 198 gram. Angka ini menunjukkan ponsel yang cukup besar, terutama karena layar 6,7 inci, tetapi bodinya tetap relatif tipis. Bobot hampir 200 gram mungkin terasa solid bagi sebagian pengguna, meski bukan pilihan paling ringan untuk pemakaian satu tangan dalam waktu lama.
Materialnya menjadi pembeda utama. Kaca Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang, ditambah frame aluminium, memberi kesan yang lebih serius dibanding ponsel kelas menengah biasa. Sertifikasi IP67 juga menambah rasa aman terhadap debu dan air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit dalam kondisi pengujian. Ini bukan berarti ponsel bebas dipakai berenang, tetapi cukup membantu untuk risiko harian seperti hujan, cipratan air, atau tumpahan ringan.
Opsi warna Pink, Olive, Graphite, dan Lightgray memberi pilihan yang cukup luas. Graphite terasa paling aman untuk pengguna profesional, sedangkan Pink dan Olive lebih ekspresif tanpa terlihat terlalu mencolok. Dukungan Nano-SIM, eSIM, dan konfigurasi maksimal dua nomor aktif sekaligus juga memberi fleksibilitas untuk pengguna yang memisahkan nomor pribadi dan kerja.
Layar Super AMOLED 120Hz
Layar adalah salah satu alasan kuat untuk melirik Galaxy A56. Panel Super AMOLED 6,7 inci menawarkan resolusi 1080 x 2340 piksel dengan rasio 19,5:9 dan kerapatan sekitar 385 ppi. Untuk konsumsi video, media sosial, membaca artikel, dan navigasi harian, ketajaman ini sudah memadai tanpa membebani baterai seperti panel beresolusi lebih tinggi.
Refresh rate 120Hz membuat animasi antarmuka dan scroll terasa lebih halus. Dukungan HDR10+ juga penting untuk pengguna yang sering menonton konten video dari layanan streaming yang kompatibel. Tingkat kecerahan puncak 1900 nits dan hasil pengujian 1213 nits maksimum memberi gambaran bahwa layar ini cukup siap untuk pemakaian luar ruangan, meski keterbacaan tetap bergantung pada pantulan cahaya dan pengaturan adaptif.
Perlindungan Gorilla Glass Victus+ dengan rating Mohs level 5 menambah nilai praktis, terutama untuk pengguna yang sering menyimpan ponsel bersama kunci atau benda lain. Tetap saja, tempered glass atau pelindung layar tambahan masih masuk akal jika perangkat akan dipakai bertahun-tahun.
Performa Exynos 1580
Galaxy A56 memakai Exynos 1580 berbasis fabrikasi 4 nm. CPU octa-core-nya menggabungkan satu inti Cortex-A720 2,9 GHz, tiga inti Cortex-A720 2,6 GHz, dan empat inti Cortex-A520 1,9 GHz. GPU Xclipse 540 menjadi bagian penting untuk kebutuhan grafis, termasuk gim, rendering antarmuka, dan pemrosesan visual.
Data pengujian menunjukkan skor AnTuTu v10 sebesar 908689, GeekBench v6 sebesar 3899, dan 3DMark Wild Life Extreme sebesar 1332. Angka ini menempatkannya sebagai perangkat kelas menengah yang kuat untuk multitasking, aplikasi produktivitas, edit foto ringan, dan gim populer pada pengaturan yang realistis. Untuk gim berat, pengguna tetap perlu menyesuaikan kualitas grafis agar suhu dan konsumsi daya tetap nyaman.
Pilihan memori internal mencakup 128GB dan 256GB, dengan RAM 6GB, 8GB, atau 12GB tergantung varian. Penyimpanan UFS 3.1 membantu respons aplikasi dan pemindahan data terasa lebih cepat dibanding storage generasi lama. Namun, tidak adanya slot microSD perlu diperhatikan. Jika sering menyimpan video 4K, foto, dokumen kerja, dan file offline, varian 256GB lebih aman.
Kamera untuk Foto Harian dan Video Stabil
Konfigurasi kamera belakang terdiri dari kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8, sensor 1/1.56 inci, PDAF, dan OIS; kamera ultrawide 12 MP dengan sudut 123 derajat; serta kamera macro 5 MP. Susunan ini lebih fokus pada kebutuhan umum dibanding eksperimen lensa yang jarang dipakai. Kamera utama dengan OIS menjadi komponen terpenting karena membantu foto malam, bidikan indoor, dan video genggam.
Fitur seperti Best Face, LED flash, panorama, dan HDR memberi kelengkapan yang relevan untuk dokumentasi harian. Perekaman video belakang mendukung 4K 30fps serta 1080p 30/60fps dengan gyro-EIS. Ini berarti A56 cukup siap untuk konten sosial, video keluarga, dan dokumentasi perjalanan, meski pengguna yang membutuhkan kontrol sinematik tingkat lanjut tetap lebih cocok ke kelas flagship.
Kamera depan 12 MP mendukung video 4K 30fps, 1080p 30/60fps, dan 10-bit HDR. Dukungan ini menarik bagi pengguna yang sering membuat vlog singkat, rapat video, atau konten vertikal. Di kelas menengah, kemampuan video selfie sering menjadi area yang dikompromikan, sehingga spesifikasi ini memberi nilai tambah yang nyata.
Baterai dan Pengisian Daya
Baterai 5000 mAh menjadi standar yang tepat untuk ponsel layar besar seperti Galaxy A56. Dalam data pengujian, perangkat ini mencatat active use score 12 jam 8 menit. Angka tersebut menunjukkan daya tahan yang cukup kuat untuk penggunaan campuran, termasuk browsing, video, pesan, navigasi, dan kamera dalam porsi normal.
Pengisian kabel 45W menjadi peningkatan penting karena mampu mengisi hingga 65% dalam 30 menit dan penuh dalam 68 menit berdasarkan data sumber. Ini lebih praktis untuk pengguna yang sering mengisi daya singkat sebelum berangkat. Meski begitu, pengalaman nyata tetap dipengaruhi suhu ruangan, adaptor yang dipakai, kondisi baterai, dan aktivitas saat ponsel sedang dicas.
Label energi Uni Eropa mencatat kelas energi B, daya tahan 44 jam 34 menit, 2000 siklus baterai, free fall Class A, dan repairability Class C. Informasi ini berguna untuk pembaca yang mempertimbangkan umur panjang perangkat, bukan hanya performa pada tahun pertama.
Software, AI, dan Fitur Harian
Galaxy A56 menjalankan Android 15 dengan One UI 7 dan dijanjikan hingga enam upgrade besar Android. Ini adalah salah satu kekuatan paling penting karena software menentukan usia pakai perangkat. Dalam praktiknya, dukungan panjang berarti pengguna punya peluang lebih besar mendapat fitur baru, peningkatan keamanan, dan kompatibilitas aplikasi yang lebih lama.
Fitur Circle to Search memberi akses pencarian cepat dari layar tanpa harus berpindah aplikasi secara manual. Ada juga sensor sidik jari optik di bawah layar, accelerometer, gyro, compass, serta Virtual Proximity Sensing. Paket sensornya cukup untuk kebutuhan umum, autentikasi, navigasi, rotasi layar, gim berbasis gerakan, dan fitur panggilan.
One UI biasanya kuat dalam fitur produktivitas, pengaturan privasi, dan integrasi ekosistem Samsung. Untuk pengguna tablet, TWS, atau perangkat Samsung lain, Galaxy A56 bisa menjadi titik masuk yang lebih terjangkau tanpa kehilangan pengalaman antarmuka utama.
Konektivitas dan Multimedia

Dukungan jaringan Galaxy A56 mencakup GSM, HSPA, LTE, dan 5G Sub-6 dengan mode SA/NSA. Daftar band 4G dan 5G yang luas membuatnya fleksibel untuk berbagai pasar, meski kompatibilitas akhir tetap bergantung pada model, operator, dan wilayah penjualan. Karena ada beberapa nomor model seperti SM-A566V, SM-A566B, SM-A566E, dan SM-A5660, pembeli sebaiknya memastikan varian resmi yang sesuai pasar lokal.
Konektivitas nirkabel mencakup Wi-Fi 6 dual-band, Bluetooth 5.3, GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, dan QZSS. NFC tersedia bergantung pasar atau wilayah, jadi fitur pembayaran dan tap-to-pair perlu dicek sebelum membeli. Port USB Type-C 2.0 mendukung OTG, tetapi bukan pilihan tercepat untuk transfer data besar dibanding standar USB yang lebih tinggi.
Untuk audio, Galaxy A56 memiliki speaker stereo dengan hasil pengujian -26,2 LUFS yang masuk kategori baik. Tidak ada jack 3,5 mm, sehingga pengguna earphone kabel lama perlu memakai adaptor USB-C atau beralih ke TWS. Radio FM juga tidak tersedia.
Siapa yang Cocok Membeli Galaxy A56?
Galaxy A56 paling cocok untuk pengguna yang ingin ponsel Android tahan lama dengan desain premium, layar sangat baik, baterai besar, kamera utama stabil, dan software panjang. Ini juga pilihan masuk akal bagi pekerja, mahasiswa, kreator konten ringan, dan pengguna keluarga yang mengutamakan keandalan dibanding spesifikasi ekstrem di satu area saja.
Perangkat ini kurang ideal bagi pengguna yang membutuhkan slot microSD, jack audio 3,5 mm, radio FM, atau performa gaming flagship. Kamera macro 5 MP juga sebaiknya dilihat sebagai fitur tambahan, bukan alasan utama membeli. Jika prioritas utama adalah zoom optik, perekaman profesional, atau chipset tertinggi, lini yang lebih mahal akan lebih sesuai.
Sudut unik Galaxy A56 ada pada keseimbangan jangka panjang: bodi kuat, IP67, layar cerah, UFS 3.1, pengisian 45W, dan pembaruan Android panjang. Untuk pembaca yang sedang membandingkan dengan Galaxy A55, Galaxy A36, atau ponsel menengah lain, A56 lebih menarik jika harga pasarnya berada dekat dengan kelas menengah, bukan mendekati flagship lama.
Kesimpulan
Samsung Galaxy A56 adalah ponsel kelas menengah atas yang kuat di aspek paling penting: layar, desain, baterai, kamera utama, konektivitas, dan dukungan software. Kekurangannya ada pada absennya microSD, jack 3,5 mm, radio FM, serta keterbatasan USB Type-C 2.0. Rekomendasinya jelas: pilih Galaxy A56 jika Anda menginginkan HP Samsung yang terasa premium, siap dipakai lama, dan seimbang untuk kebutuhan harian tanpa harus masuk ke harga flagship.
Referensi

- Samsung Indonesia – Galaxy A56 5G Features & Specs – Sumber resmi Samsung Indonesia untuk spesifikasi inti Galaxy A56 5G seperti layar, kamera, memori, dimensi, berat, baterai, konektivitas, dan fitur perangkat.
- Samsung Mobile Press – Galaxy A56 5G Announcement and Product Specifications – Rilis resmi global Samsung dengan tabel spesifikasi produk, tanggal pengumuman, fitur utama, opsi memori, kamera, baterai, OS, IP67, dan catatan variasi pasar.
- Samsung Support – Galaxy A56 5G – Halaman dukungan resmi model Galaxy A56 5G yang menyediakan manual, panduan keselamatan, dan informasi dokumen perangkat untuk memverifikasi detail penggunaan dan software.
- GSMArena – Samsung Galaxy A56 – Database spesifikasi ponsel yang mapan untuk pengecekan silang detail teknis seperti jaringan, chipset, layar, kamera, baterai, varian memori, dan tanggal rilis.
- Notebookcheck – Samsung Galaxy A56 5G Review – Publikasi teknologi tepercaya dengan pengujian independen untuk performa, layar, baterai, kamera, konektivitas, dan kualitas perangkat sebagai pelengkap data resmi.
