HTC Google Nexus One adalah smartphone ikonik yang diluncurkan pada Januari 2010 sebagai perangkat flagship pertama dari lini Nexus milik Google. Dirancang oleh HTC, ponsel ini hadir dengan layar AMOLED 3.7 inci, prosesor Snapdragon S1 1.0 GHz, dan sistem operasi Android 2.1 Eclair yang dapat ditingkatkan hingga Android 2.3.6 Gingerbread.
Dengan harga sekitar 120 EUR di pasar bekas, Nexus One menjadi salah satu tonggak sejarah dalam ekosistem Android murni. Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi lengkap, kelebihan, dan kekurangan perangkat legendaris ini bagi kolektor maupun penggemar retro tech.
Full Specifications
Network
| Technology |
GSM / HSPA |
| 2G bands |
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 |
| 3G bands |
HSDPA 900 / 1700 / 2100 |
|
HSDPA 850 / 1900 / 2100 – for AT&T, Rogers Wireless |
| Speed |
HSPA 7.2/2 Mbps |
Launch
| Announced |
2010, January. Released 2010, January |
| Status |
Discontinued |
Body
| Dimensions |
119 x 59.8 x 11.5 mm (4.69 x 2.35 x 0.45 in) |
| Weight |
130 g (4.59 oz) |
| SIM |
Mini-SIM |
|
Trackball |
Display
| Type |
AMOLED |
| Size |
3.7 inches, 39.0 cm2 (~54.8% screen-to-body ratio) |
| Resolution |
480 x 800 pixels, 5:3 ratio (~252 ppi density) |
Platform
| OS |
Android 2.1 (Eclair), upgradable to 2.3.6 (Gingerbread) |
| Chipset |
Qualcomm QSD8250 Snapdragon S1 |
| CPU |
1.0 GHz Scorpion |
| GPU |
Adreno 200 |
Memory
| Card slot |
microSDHC (dedicated slot), 4 GB included |
| Internal |
512MB RAM, 512MB |
Main Camera
| Single |
5 MP, AF |
| Features |
LED flash |
| Video |
480p@24fps |
Selfie camera
Sound
| Loudspeaker |
Yes |
| 3.5mm jack |
Yes |
Comms
| WLAN |
Wi-Fi 802.11 a/b/g |
| Bluetooth |
2.1, A2DP |
| Positioning |
GPS, A-GPS |
| Radio |
Factory locked by default, can be enabled |
| USB |
microUSB 2.0 |
Features
| Sensors |
Accelerometer, proximity, compass |
| Browser |
HTML |
|
Dedicated search key MP3/eAAC+/WAV player MP4/H.264 player Voice memo Predictive text input |
Battery
| Type |
Removable Li-Ion 1400 mAh battery |
| Stand-by |
Up to 290 h (2G) / Up to 250 h (3G) |
| Talk time |
Up to 10 hours (2G) / Up to 7 hours (3G) |
| Music play |
Up to 20 hours |
Misc
| Colors |
Brown (teflon coating) |
| SAR |
0.37 W/kg (head) 0.74 W/kg (body) |
| Price |
About 120 EUR |
Our Tests
| Camera |
Photo |
| Loudspeaker |
Voice 69dB / Noise 66dB / Ring 79dB |
| Audio quality |
Noise -86.1dB / Crosstalk -85.2dB |
Harga dan Ketersediaan
HTC Google Nexus One menawarkan kombinasi fitur dan performa yang menarik. Harga dasarnya berada di kisaran €120, tetapi harga aktual bisa berbeda tergantung lokasi dan retailer. Di bawah ini adalah perkiraan harga HTC Google Nexus One dalam berbagai mata uang. Angka ini bersifat estimasi berdasarkan kurs terbaru per 19 Mei 2026 dan bisa berbeda dari harga toko.
- United States: $140
- Japan: ¥22,201
- United Kingdom: £104
- Australia: A$195
- Canada: C$192
- Taiwan: NT$4,409
- Denmark: kr896
- Saudi Arabia: ﷼524
- South Korea: ₩209,164
- Germany: €120
- Brazil: R$705
- Vietnam: ₫3.653.365
- Kenya: KSh 18,077
- India: ₹13,457
- Indonesia: Rp 2.467.778
- Nigeria: ₦190,157
- Pakistan: ₨38,961
- Philippines: ₱8,623
- Bangladesh: ৳১৭,১৭৭
Nilai dan Posisi di Pasar
HTC Google Nexus One ditawarkan sekitar 120 EUR dan kini menjadi barang koleksi. Bagi penggemar sejarah Android, perangkat ini menawarkan nilai nostalgia tinggi karena merupakan ponsel pertama yang menjalankan Android murni langsung dari Google tanpa skin tambahan dari pabrikan.
Desain dan Bodi
Dengan dimensi 119 x 59.8 x 11.5 mm dan bobot hanya 130 gram, Nexus One terasa ringkas di tangan. Bodi berwarna cokelat dengan lapisan teflon memberikan kesan premium pada masanya. Trackball di bagian depan menjadi ciri khas yang membedakannya dari smartphone modern, mendukung navigasi cepat di antarmuka Android Eclair.
Kualitas Layar AMOLED
Layar AMOLED 3.7 inci dengan resolusi 480 x 800 piksel dan kerapatan 252 ppi termasuk tajam di kelasnya pada tahun 2010. Rasio 5:3 memberikan pengalaman menonton dan browsing yang nyaman, meskipun screen-to-body ratio hanya 54.8% sesuai standar era tersebut.
Performa dan Chipset
Ditenagai Qualcomm QSD8250 Snapdragon S1 dengan CPU Scorpion 1.0 GHz dan GPU Adreno 200, Nexus One menjadi salah satu ponsel Android tercepat di masanya. Kombinasi RAM 512MB dan penyimpanan internal 512MB cukup untuk multitasking ringan, ditambah slot microSDHC khusus dengan kartu 4 GB bawaan untuk ekspansi penyimpanan.
Kamera Utama
Kamera tunggal 5 MP dengan autofokus dan LED flash mampu menghasilkan foto layak untuk dokumentasi sehari-hari di era 2010. Perekaman video terbatas pada resolusi 480p@24fps. Sayangnya, perangkat ini tidak dilengkapi kamera selfie, mencerminkan kebiasaan pengguna ponsel saat itu yang belum berfokus pada swafoto.
Daya Tahan Baterai
Baterai Li-Ion 1400 mAh yang dapat dilepas mampu memberikan waktu bicara hingga 10 jam pada jaringan 2G dan 7 jam pada 3G. Untuk pemutaran musik, Nexus One sanggup bertahan hingga 20 jam, sementara waktu siaga mencapai 290 jam di jaringan 2G.
Software dan Pengalaman Pengguna
Sebagai perangkat Nexus, ponsel ini menerima pembaruan langsung dari Google. Awalnya menjalankan Android 2.1 Eclair dan dapat ditingkatkan hingga Android 2.3.6 Gingerbread, memberikan pengalaman Android stok yang bersih tanpa bloatware dari operator atau pabrikan.
Konektivitas
Nexus One mendukung jaringan GSM/HSPA dengan kecepatan HSPA 7.2/2 Mbps. Konektivitas mencakup Wi-Fi 802.11 a/b/g, Bluetooth 2.1 dengan A2DP, GPS dengan A-GPS, serta port microUSB 2.0. Jack audio 3.5mm dan loudspeaker melengkapi pengalaman multimedia.
Siapa yang Cocok Membeli?
Smartphone ini cocok untuk kolektor gadget vintage, penggemar sejarah Android, atau pengguna yang ingin merasakan kembali pengalaman Android awal. Bukan pilihan untuk pengguna harian yang membutuhkan performa modern, aplikasi terkini, atau kompatibilitas jaringan 4G/5G.
Kesimpulan
HTC Google Nexus One adalah artefak penting dalam evolusi Android yang menggabungkan desain ringkas, layar AMOLED tajam, dan pengalaman software stok dari Google. Meski sudah dihentikan dan jauh tertinggal dari standar modern, perangkat ini direkomendasikan bagi kolektor dan penggemar retro tech yang ingin menyimpan sepotong sejarah smartphone Android pertama buatan Google.